Friday, 23 January 2015

Spesifikasi Lengkap Galaxy S6 Terungkap


Jakarta - Kedatangan Samsung Galaxy S6 sudah dekat, diproyeksi Maret mendatang pada ajang Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol. Spesifikasinya dikabarkan dahsyat. Seperti apa memangnya?

Media BGR mengutip sumber terpercaya, mengklaim telah mendapatkan spesifikasi komplet dari penerus Galaxy S6 tersebut. Jika benar, bisa dipastikan Galaxy S6 masuk dalam jajaran smartphone Android top pada tahun ini.

Di dapur pacu, disebutkan Galaxy S6 memakai prosesor 64 bit 8 core 14nm CPU yang 50% lebih kencang dibanding Galaxy S5. Tak disebut prosesor apa, namun jika Samsung benar-benar mendepak Snapdragon seperti yang dirumorkan, kemungkinan Galaxy S6 menggunakan Exynos.

Bocoran lainnya adalah layar cemerlang 5,1 inch Quad HD Super Amoled dengan kepadatan pixel 577 ppi. Layar tersebut takkan sulit dibaca meski di bawah paparan sinar matahari.

Beralih ke sektor kamera, Galaxy S6 dikatakan mengusung resolusi 20 megapixel dengan OIS. Kemudian kamera depannya resolusi 5 megapixel disertai real time HDR.

Spesifikasi kunci lain meliputi storage internal 32/64/128 GB, baterai 2.550 mAh, built in wireless charging, 10 menit isi ulang baterai bisa dipakai 4 jam, dompet digital Samsung Pay, lapisan Gorilla Glass 4 serta konektivitas Cat 6 LTE.

Disebutkan pula kalau material pembuatan Galaxy S6 dari metal dan kaca, berbeda dari material Galaxy S edisi sebelumnya. Sayang tak disebutkan kapasitas RAM-nya, bisa jadi sebesar 4 GB sesuai prediksi. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Thursday, 22 January 2015

Pengertian, Perangkat dan Protokol 7 Layer OSI, Beserta Fungsi dari Massing-Masing Layer


7 Layer OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI mempunyai sebuah kepanjangan, yaitu : Open System Inter Connection yang merupakan Kumpulan Layer-layer yang tidak salingbergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing-masing Layer sudah mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing dan Saling mengisi satu sama lain, dan sama halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari Layer tersebut tidak digunakan berarti tidak akan Terbentuk jaringan.

Komponen Penyusun 7 Layer OSI

7 OSI Layer memiliki 7 Layer yang Terdiri dari :
    1. Physical Layer 
    2. DataLink Layer 
    3. Network Layer 
    4. Transport Layer 
    5. Session Layer 
    6. Presentation Layer 
    7. Application Layer.
    Dari ke Tujuh layer tersebuat mempunyai 2 (dua) Tingkatan Layer, yaitu:
      1. Lower Layer yang meliputi : Physical Layer, DataLink Layer, dan Network Layer.
      2. Upper Layer yang meliputi : Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer 

      Fungsi Masing-Masing Layer beserta Protokol dan Perangkatnya

      Dari ke Tujuh Layer tersebut juga mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing, yaitu :
        1. Physical Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengabelan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat dihubungkan dengan Physical layer adalah NIC (Network Interface Card) berikut dengan Kabel - kabelnya
        2. DataLink Layer : Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yangdisebut sebagai framePada Layer ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti Halnya MAC Address, dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti HUB, Bridge, Repeater, dan Switch layer 2 (Switch un-manage) beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi Layer ini menjadi dua Layer anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
        3. Network Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan Router dan Switch layer-3 (Switch Manage).
        4. Transport Layer : Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
        5. Session Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
        6. Presentation Layer : Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam Layer ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
        7. Application Layer : Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam layer  ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

        Tablet 'Steve Jobs' ala Lenovo Sambangi Indonesia



        Jakarta - Masih ingat tablet yang bisa jadi proyektor? Kini, perangkat yang diberi nama Lenovo Yoga Tablet 2 Pro menyambangi pasar Indonesia dengan kemampuan yang sama. 

        Tablet multifungsi dengan bentang layar 13 inch itu merupakan tablet hasil kolaborasi antara Lenovo dengan si pemeran Steve Jobs dalam film 'Jobs', Ashton Kutcher.

        Kutcher sendiri telah bergabung bersama dengan Lenovo sejak tahun 2013 sebagai Product Engineer. Selama itu pula, Lenovo bersama Kutcher telah menelurkan beberapa jajaran tablet Yoga Pro di pasaran.

        Menurut Capriana Natalia selaku 4P Manajer Tablet Lenovo Indonesia, Yoga Tablet 2 Pro dirancang untuk konsumen gadget yang membutuhkan perangkat tablet untuk hiburan dan bekerja.

        "Lenovo membenamkan teknologi proyektor, fitur tersebut bisa digunakan baik ketika bekerja maupun ketika digunakan untuk menonton video," ujarnya, ketika peluncuran Yoga Tablet 2 Pro di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

        "Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lenovo, 80% orang menggunakan tablet di rumah. Sebanyak 50% dari pengguna itu menggunakan tablet untuk hiburan, seperti menonton video, streaming video, dan bermain game," tambahnya.

        Seperti yang disebutkan di awal, tablet dengan bentang layar QHD 13 inch (2560 x 1440 pixel) ini mampu menampilkan gambar 16:9 di berbagai permukaan dan secara instan akan mengeluarkan input tampilan layar 50 inch layaknya theater.

        Cukup canggih memang, hanya saja mode ini cukup menguras baterai, dimana dikatakan hanya mampu bertahan sekitar 3 jam saja. Namun jika menggunakan dengan mode biasa, perangkat ini mampu bertahan hingga 15 jam.

        Sama halnya dengan jajaran tablet Yoga Pro sebelumnya, tablet terbaru Lenovo ini juga dapat diubah ke dalam tiga mode unggulan Lenovo: yakni hold, tilt dan stand. 

        Hanya saja, Yoga Tablet 2 Pro punya mode tambahan, yakni hang (gantung). Dengan mode hang, pengguna dapat menggantungkan tablet tersebut di mana pun tersedia gantungan.

        Di sektor dapur pacu, tablet yang dibanderol dengan harga Rp 8 juta ini dipersenjatai prosesor Intel Atom Z3745 quad core 1,8 GHz, RAM 2 GB, kapasitas penyimpanan 32 GB yang dapat ditambah slot microSD up to 64 GB, serta berjalan di sistem operasi Android 4.4 KitKat. Bobotnya cukup ringan, cuma 950 gram dan ketebalan 3,7 mm.

        Bersamaan dengan peluncuran Yoga Tablet 2 Pro, Lenovo juga menghadirkan Yoga Tablet 2 ke pasar Indonesia. Tidak ada perbedaan yang mendasar antara Yoga Tablet 2 dengan Yoga Tablet 2 Pro.

        Bila Yoga Tablet 2 Pro mengusung layar 13 inch, maka Yoga Tablet 2 memakai bentang layar 10 inch. Sistem operasinya menggunakan Windows 8.1. "Sistem operasi Windows 8.1 dirasa jadi pilihan tepat karena tablet ini sendiri menawarkan feel yang sama dengan laptop. Jadi pengguna bisa memakai untuk bekerja," ujar Capriana.

        Untuk banderol harga, Yoga Tablet 2 dibanderol Rp 6 juta. Menariknya, baik Yoga Tablet 2 dan Yoga Tablet 2 Pro sudah mendukung jaringan 4G LTE di Indonesia yang berjalan di spektrum 1800 MHz dan 900 MHz.

        Mouse Komputer bakal Dianggap Aneh

        Mouse Komputer bakal Dianggap Aneh

        Jakarta - Anak zaman sekarang banyak yang lahir dalam kondisi akrab dengan internet serta perangkat mobile untuk mengaksesnya. Maka di masa depan, seiring era internet of things atau networked society, ada kemungkinan teknologi lama seperti mouse adalah benda aneh bagi mereka.

        "Mungkin mereka tidak akan tahu apakah itu mouse. Seperti halnya orang tua saya yang tidak paham dengan benda tersebut," ucap Thomas Jul, Presiden Direktur Ericsson Indonesia di Jakarta, Kamis (22/1/2015).

        Orang tua kebingungan memakai mouse karena tak mengetahui fungsi benda tersebut. Sedangkan mouse di masa depan mungkin dianggap benda aneh oleh anak-anak karena fungsinya tergantikan.

        Ya, perangkat di masa depan diprediksi akan dikendalikan dengan mudah, bisa jadi hanya dengan perintah pikiran. Jadi peran mouse mungkin terpinggirkan.

        Dalam survei Ericsson sendiri pada para pengguna smartphone, banyak yang mengganggap anak-anak zaman sekarang sudah sangat tergantung pada teknologi.

        Sebanyak 45% responden setuju kalau anak-anak masa kini membaca informasi khususnya di internet. Kemudian, 40% responden mengamini semakin muda seorang anak, semakin tergantung mereka pada internet of everything.

        Hal tersebut tidak lepas dari makin akrabnya anak-anak dengan perangkat seperti smartphone dan tablet. Jadi mereka mendapatkan sebagian besar pengalaman dan informasi dari internet.

        Wednesday, 21 January 2015

        Enkripsi Untuk Keamanan Data Pada Jaringan

        Salah satu hal yang penting dalam komunikasi menggunakan computer untuk menjamin kerahasian data adalah enkripsi. Enkripsi dalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau chiper. Sebuah sistem pengkodean menggunakan suatu table atau kamus yang telah didefinisikan untuk mengganti kata dari informasi atau yang merupakan bagian dari informasi yang dikirim. Sebuah chiper menggunakan suatu algoritma yang dapat mengkodekan semua aliran data (stream) bit dari sebuah pesan menjadi cryptogram yang tidak dimengerti (unitelligible). Karena teknik cipher merupakan suatu sistem yang telah siap untuk di automasi, maka teknik ini digunakan dalam sistem keamanan komputer dan network.

        Pada bagian selanjutnya kita akan membahas berbagai macam teknik enkripsi yang biasa digunakan dalam sistem sekuriti dari sistem komputer dan network.

        A. Enkripsi Konvensional.
        Proses enkripsi ini dapat digambarkan sebagai berikut :
        Plain teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks ->Algoritma Dekrispsi -> Plain teks

        User A |                                                       | User B
        |----------------------Kunci (Key) --------------------|
        Gambar 1

        Informasi asal yang dapat di mengerti di simbolkan oleh Plain teks, yang kemudian oleh algoritma Enkripsi diterjemahkan menjadi informasi yang tidak dapat untuk dimengerti yang disimbolkan dengan cipher teks. Proses enkripsi terdiri dari dua yaitu algoritma dan kunci. Kunci biasanya merupakan suatu string bit yang pendek yang mengontrol algoritma. Algoritma enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada kunci yang digunakan. Mengubah kunci dari enkripsi akan mengubah output dari algortima enkripsi.
        Sekali cipher teks telah dihasilkan, kemudian ditransmisikan. Pada bagian penerima selanjutnya cipher teks yang diterima diubah kembali ke plain teks dengan algoritma dan dan kunci yang sama.
        Keamanan dari enkripsi konvensional bergantung pada beberapa faktor. Pertama algoritma enkripsi harus cukup kuat sehingga menjadikan sangat sulit untuk mendekripsi cipher teks dengan dasar cipher teks tersebut. Lebih jauh dari itu keamanan dari algoritma enkripsi konvensional bergantung pada kerahasian dari kuncinya bukan algoritmanya. Yaitu dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk mendekripsikan informasi dengan dasar cipher teks dan pengetahuan tentang algoritma diskripsi / enkripsi. Atau dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan dari algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan kuncinya.
        Manfaat dari konvensional enkripsi algoritma adalah kemudahan dalam penggunaan secara luas. Dengan kenyataan bahwa algoritma ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya dengan maksud bahwa pembuat dapat dan mampu membuat suatu implementasi dalam bentuk chip dengan harga yang murah. Chips ini dapat tersedia secara luas dan disediakan pula untuk beberapa jenis produk. Dengan penggunaan dari enkripsi konvensional, prinsip keamanan adalah menjadi menjaga keamanan dari kunci.
        Model enkripsi yang digunakan secara luas adalah model yang didasarkan pada data encrytion standard (DES), yang diambil oleh Biro standart nasional US pada tahun 1977. Untuk DES data di enkripsi dalam 64 bit block dengan menggunakan 56 bit kunci. Dengan menggunakan kunci ini, 64 data input diubah dengan suatu urutan dari metode menjadi 64 bit output. Proses yang yang sama dengan kunci yang sama digunakan untuk mengubah kembali enkripsi.

        B. Enkripsi Public-Key
        Salah satu yang menjadi kesulitan utama dari enkripsi konvensional adalah perlunya untuk mendistribusikan kunci yang digunakan dalam keadaan aman. Sebuah cara yang tepat telah diketemukan untuk mengatasi kelemahan ini dengan suatu model enkripsi yang secara mengejutkan tidak memerlukan sebuah kunci untuk didistribusikan. Metode ini dikenal dengan nama enkripsi public-key dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976.

        Plain teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks -> Algoritma Dekrispsi -> Plain teks

        User A |                                                       | User B
                                                               Private Key B ----|
        |----------------------Kunci (Key) --------------------|
        Gambar 2


        Algoritma tersebut seperti yang digambarkan pada gambar diatas. Untuk enkripsi konvensional, kunci yang digunakan pada prosen enkripsi dan dekripsi adalah sama. Tetapi ini bukanlah kondisi sesungguhnya yang diperlukan. Namun adalah dimungkinkan untuk membangun suatu algoritma yang menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan pasangannya, kunci yang berbeda, untuk dekripsi. Lebih jauh lagi adalah mungkin untuk menciptakan suatu algoritma yang mana pengetahuan tentang algoritma enkripsi ditambah kunci enkripsi tidak cukup untuk menentukan kunci dekrispi. Sehingga teknik berikut ini akan dapat dilakukan :

        1. Masing - masing dari sistem dalam network akan menciptakan           sepasang kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dari informasi yang diterima.
        2. Masing - masing dari sistem akan menerbitkan kunci enkripsinya ( public key )dengan memasang dalam register umum atau file, sedang pasangannya tetap dijaga sebagai kunci pribadi (private key).
        3. Jika A ingin mengisim pesan kepada B, maka A akan mengenkripsi pesannya dengan kunci publik dari B.
        4. Ketika B menerima pesan dari A maka B akan menggunakan kunci privatenya untuk mendeskripsi pesan dari A.

        Seperti yang kita lihat, public-key memecahkan masalah pendistribusian karena tidak diperlukan suatu kunci untuk didistribusikan. Semua partisipan mempunyai akses ke kunci publik ( public key ) dan kunci pribadi dihasilkan secara lokal oleh setiap partisipan sehingga tidak perlu untuk didistribusikan. Selama sistem mengontrol masing - masing private key dengan baik maka komunikasi menjadi komunikasi yang aman. Setiap sistem mengubah private key pasangannya public key akan menggantikan public key yang lama. Yang menjadi kelemahan dari metode enkripsi publik key adalah jika dibandingkan dengan metode enkripsi konvensional algoritma enkripsi ini mempunyai algoritma yang lebih komplek. Sehingga untuk perbandingan ukuran dan harga dari hardware, metode publik key akan menghasilkan performance yang lebih rendah.

        Enkripsi Konvensional
        Yang dibutuhkan untuk bekerja :
        1. Algoritma yang sama dengan kunci yang sama dapat digunakan untuk proses dekripsi - enkripsi.
        2. Pengirim dan penerima harus membagi algoritma dan kunci yang sama.

        Yang dibutuhkan untuk keamanan :
        1. Kunci harus dirahasiakan.
        2. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak praktis untuk menerjemahkan informasi yang telah dienkripsi.
        3. Pengetahuan tentang algoritma dan sample dari kata yang terenkripsi tidak mencukupi untu menentukan kunci.

        Enkripsi Public Key
        Yang dibutuhkan untuk bekerja :
        1. Algoritma yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dengan sepasang kunci, satu untuk enkripsi satu untuk dekripsi.
        2. Pengirim dan penerima harus mempunyai sepasang kunci yang cocok.

        Yang dibutuhkan untuk keamanan :
        1. Salah satu dari kunci harus dirahasiakan.
        2. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak praktis untuk menerjemahkan informasi yang telah dienkripsi.
        3. Pengetahuan tentang algoritma dan sample dari kata yang terenkripsi tidak mencukupi untu menentukan kunci.

        Kepedulian Masalah Jaringan

        Overview
        Pendefinisian keamanan (pada jaringan komputer) dapat dilakukan dengan melihat target yang ingin dicapai melalui konsep 'aman'. Berikut adalah daftar fitur yang dapat mencegah/mengantisipasi serangan dari pihak luar ataupun pihak dalam.

        Security Policy
        Sebelum melanjutkan implementasi ke tingkat yang lebih jauh sebaiknya ditentukan dulu apa yang hendak dilindungi dan dilindungi dari siapa. Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu penentuan kebijakan keamanan yang diambil.
        1. Informasi apa yang dianggap rahasia atau sensitif ?
        2. Anda melindungi sistem anda dari siapa ?
        3. Apakah anda membutuhkan akses jarak jauh?
        4. Apakah password dan enkripsi cukup melindungi ?
        5. Apakah anda butuh akses internet?
        6. Tindakan apa yang anda lakukan jika ternyata sistem anda                     dibobol?
        Serta masih banyak pertanyaan lain tergantung bentuk organisasi yang anda kelola.
        Kebijaksanaan keamanan  tergantung sebesar apa anda percaya orang lain, di dalam ataupun di luar organisasi anda. Kebijakan haruslah merupakan keseimbangan antara mengijinkan user untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dengan tetap menjaga keamanan sistem.

        Keamanan Secara Fisik
        Fisik dalam bagian ini diartikan sebagai situasi di mana seseorang dapat masuk ke dalam ruangan  server/jaringan dan dapat mengakses piranti tersebut secara illegal. Orang yang tidak berkepentingan ini bisa saja seorang tamu, staf pembersih, kurir pengantar paket, dan lainnya yang dapat masuk ke ruangan tersebut dan mengutak-atik piranti yang ada. Apabila seseorang memiliki akses terhadap ruangan tersebut, orang  tersebut bisa saja memasang program trojan horse di komputer, melakukan booting dari floppy disk, atau  mencuri data-data penting (seperti file password) dan membongkarnya di tempat yang lebih aman. 
        Untuk  menjaga keamanan, taruhlah server di ruangan yang dapat dikunci dan pastikan bahwa ruangan tersebut  dikunci dengan baik. Untuk menghindari pengintaian, gunakan screen-saver yang dapat dipassword. Atur  juga semua komputer untuk melakukan fungsi auto-logout setelah tidak aktif dalam jangka waktu tertentu.

        BIOS Security
        Sebenarnya seorang  admin direkomendasikan men-disable boot dari floppy. Atau bisa dilakukan dengan membuat password pada BIOS dan memasang boot password.

        Password Attack
        Banyak orang menyimpan informasi pentingnya pada komputer dan seringkali sebuah password hal yang mencegah orang lain untuk melihatnya. Untuk menghindari serangan password maka sebaiknya user menggunakan password yang cukup baik. Petunjuk pemilihan password :
        ·       Semua password harus terdiri dari paling sedikit 7 karakter.
        ·       Masukkan kombinasi huruf, angka, dan tanda baca sebanyak mungkin dengan catatan bahwa password  tetap mudah untuk diingat. Salah satu caranya adalah mengkombinasikan kata-kata acak dengan tanda baca  atau dengan mengkombinasikan kata-kata dengan angka. Contoh : rasa#melon@manis, komputer0digital1, kurang<lebih>2001
        ·       Gunakan huruf pertama frasa yang gampang diingat. Contoh: dilarang parkir antara pukul 7 pagi hingga pukul 8 sore à dpap7php8s, tidak ada sistem yang benar-benar aman dalam konteks jaringan à tasybbadkj
        ·       Gunakan angka atau tanda baca untuk menggantikan huruf di password. Contoh : keberhasilan à k3b3rh45!l4n
        ·       Gantilah password secara teratur


        Malicious Code
        Malicious code bisa berupa virus, trojan atau worm, biasanya berupa kode instruksi yang akan memberatkan sistem sehingga performansi sistem menurun. Cara mengantisipasinya bisa dilihat pada 6 contoh berikut :
        1. Berikan kesadaran pada user tentang ancaman virus.
        2. Gunakan program anti virus yang baik pada workstation, server             dan gateway internet (jika punya).
        3. Ajarkan dan latih user cara menggunakan program anti viru.
        4. Sebagai admin sebaiknya selalu mengupdate program anti-virus            dan database virus
        5. Biasakan para user untuk TIDAK membuka file attachment                   email atau file apapun dari floppy sebelum 110 % yakin atau                 tidak attachment/file tsb “bersih”.
        6. Pastikan kebijakan kemanan anda up to date.
        Sniffer
        Sniffer adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan komputer dengan memanfaatkan mode premicious pada ethernet. Karena jaringan komunikasi komputer terdiri dari data biner acak maka sniffer ini biasanya memiliki penganalisis protokol sehingga data biner acak dapat dipecahkan. Fungsi sniffer bagi pengelola bisa untuk pemeliharaan jaringan, bagi orang luar bisa untuk menjebol sistem.
                Cara paling mudah untuk mengantisipasi Sniffer adalah menggunakan aplikasi yang secure, misal : ssh, ssl, secureftp dan lain-lain

        Scanner
        Layanan jaringan (network service) yang berbeda berjalan pada port yang berbeda juga. Tiap layanan jaringan berjalan pada alamat jaringan tertentu (mis. 167.205.48.130) dan mendengarkan (listening) pada satu atau lebih port (antara 0 hingga 65535). Keduanya membentuk apa yang dinamakan socket  address yang mengidentifikasikan secara unik suatu layanan dalam jaringan. Port 0 hingga 1023 yang paling umum dipergunakan didefinisikan sebagai well-known number dalam konvensi UNIX dan dideskripsikan dalam RFC 1700.
                Port Scanner merupakan program yang didesain untuk menemukan layanan (service) apa saja yang dijalankan pada host jaringan. Untuk mendapatkan akses ke host, cracker harus mengetahui titik-titik kelemahan yang ada. Sebagai contoh, apabila cracker sudah mengetahui bahwa host menjalankan proses ftp server, ia dapat menggunakan kelemahan-kelemahan yang ada pada ftp server untuk mendapatkan akses. Dari bagian ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa layanan yang tidak benar-benar diperlukan sebaiknya dihilangkan untuk memperkecil resiko keamanan yang mungkin terjadi.
                Mirip dengan port scanner pada bagian sebelumnya, network scanner memberikan informasi mengenai sasaran yang dituju, misalnya saja sistem operasi yang dipergunakan, layanan jaringan yang aktif, jenis mesin yang terhubung ke network, serta konfigurasi jaringan. Terkadang, network scanner juga mengintegrasikan port scanner dalam aplikasinya. Tool ini berguna untuk mencari informasi mengenai target sebanyak mungkin sebelum melakukan serangan yang sebenarnya. Dengan mengetahui kondisi dan konfigurasi jaringan, seseorang akan lebih mudah masuk dan merusak sistem.
                Contoh scanner : Nmap, Netcat, NetScan Tools Pro 2000, SuperScan


        Spoofing
        Spoofing (penyamaran) biasa dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menggunakan fasilitas dan resource sistem. Spoofing adalah teknik melakukan penyamaran sehingga terdeteksi sebagai identitas yang bukan sebenarnya, misal : menyamar sebagai IP tertentu, nama komputer bahkan e-mail address tertentu. Antisipasinya dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi firewall.

        Denial of Service
        Denial of Service (DoS) merupakan serangan dimana suatu pihak mengekploitasi aspek dari suite Internet Protocol untuk menghalangi akses pihak yang berhak atas informasi atau sistem yang diserang.  Hole yang memungkinkan DoS berada dalam kategori C, yang berada dalam prioritas rendah. Serangan ini  biasanya didasarkan pada sistem operasi yang dipergunakan. Artinya, hole ini berada di dalam bagian  jaringan dari sistem operasi itu sendiri. Ketika hole macam ini muncul, hole ini harus diperbaiki oleh  pemilik software tersebut atau di-patch oleh vendor yang mengeluarkan sistem operasi tersebut. Contoh dari serangan ini adalah TCP SYN dimana permintaan koneksi jaringan dikirimkan ke server dalam jumlah yang sangat besar. Akibatnya server dibanjiri permintaan koneksi dan menjadi lambat atau bahkan tidak dapat dicapai sama sekali. Hole ini terdapat nyaris di semua sistem operasi yang menjalankan TCP/IP  untuk berkomunikasi di internet. Hal ini tampaknya menjadi masalah yang terdapat di dalam desain suite  TCP/IP, dan merupakan sesuatu yang tidak mudah diselesaikan.
        Dalam serangan DoS, sesorang dapat melakukan sesuatu yang mengganggu kinerja dan operasi jaringan atau server. Akibat dari serangan ini adalah lambatnya server atau jaringan dalam merespons, atau bahkan bisa menyebabkan crash. Serangan DoS mengganggu user yang sah untuk mendapatkan layanan yang sah, namun tidak memungkinkan cracker masuk ke dalam sistem jaringan yang ada. Namun, serangan semacam ini terhadap server yang menangani kegiatan e-commerce akan dapat berakibat kerugian dalam bentuk  finansial.